Rabu, 02 Mei 2012

contoh proposal penelitian kuantitatif


EFEKTIFITAS LAYANAN BIDANG BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA  KELAS II SMP NEGERI
III CUKUH BALAK

A.     Latar belakang maslah

Pendidikan mempunyai pengaruh yang dinamis dalam kehidupan manusia di masa depans. Pendidikan dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya secara optimal, yaitu pengembangan potensi individu yang setinggi-tingginya dalam aspek fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual, sesuai dengan tahap perkembangan serta karakteristik lingkungan fisik dan lingkungan sosioal budaya di mana dia hidup. Pendidikan merupakan fenomena manusia yang sangat kompleks. Karena sifatnya yang kompleks itu, maka pendidikan dapat dilihat dan dijelaskan dari berbagai sudut pandang, seperti dari sudut pandang psikologi, sosiologi dan antropologi, ekonomi, politik, komunikasi dan sebagainya

Dalam keyataan nya, pelaksanaan bimbingan belajar di hadapkan pada banyak kesulitan dan hambatan. Sebagian dari hambatan itu timbul karena keadaan dunia pendidikan sekolah dinegara Indonesian yang masih dalam taraf perkembangan, sebagian timbul karena sikap keluarga yang mengharapkan ini dan itu atau kurang mendukung usaha belajar anak, sebagaian timbul karena sikap siswa atau mahasiswa senderi yang kurang mampu mengatur diri nya senderi, sebagian lagi timbul karena guru kurang mampu dalam mengelolah porses belajar-mengajar.(W.S.Winkel, 1997:141).

Layanan bimbingan dan konseling di SMP meliputi bidang bimbingan pribadi, bidang bimbingan sosial, bidang bimbingan belajar dan bidang bimbingan karier. Salah satu bidang bimbingan yang membantu siswa mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkan melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi adalah bimbingan belajar

Dalam bidang bimbingan belajar, membantu siswa mengembangkan diri, sikap, dan kebiasan belajar yang baik, untuk mengusai pengentahuan dan ketrampilan serta menyiapkannya melanjutkan pendidikan pada tingkat lebih tingi. Bimbingan belajar atau akademik iyalah bimbingan dalam hal menemukancara cara belajar yang tepat dalam memilih progaram setudi yang sesuai dan dalam mengatasi kesulitan kesulitan yang timbul yang berkaitan dengan tuntutan belajar di institusi pendidikan.

Meskipun demikian masih banyak permasalahan yang dihadapi siswa berkenaan dengan kebiasaan belajarnya yang tergolong masih belum efektif, misalnya belajar asal belajar, belajar tanpa persiapan, pasif akan kegiatan kelas, baru belajar pada saat akan ujian atau ulangan saja, serta tidak mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar. Hal ini dapat ditunjukkan oleh perbedaan nilai prestasi masing-masing siswa, ada yang di atas rata-rata kelas, di bawah rata-rata kelas dan ada pula yang berada tepat pada garis rata-rata kelas. Kenyataan tersebut mendorong peneliti untuk secara khusus memberikan layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar dalam bentuk eksperimen guna membuktikan efektifitas layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Layanan pembelajaran diberikan kepada siswa agar dapat membantu siswa mengembangkan kebiasaan belajar yang baik untuk mengenal pengetahuan dan keterampilan seta menyiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi. Disamping itu sepanjang pengetahuan penulis di SMP N II Cukuh Balak belum pernah diadakan penelitian tentang hal tersebut.

Fenomena di atas mendorong penulis untuk melakuka penelitian tentang. “Efektifitas Layanan Pembelajaran Bidang Bimbingan Belajar Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas II SMP N III Cukuh Balak Tahun Ajaran 2012/2013

B.     Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang maslah di atas dapat disimpulkan bawah idenntifikasi masalah dalam penelitian adalah sebagi berikut:
1.      Efektifitas layanan beimbingan belajar yang di berikan siswa masih kurang optimal
2.      Perstasi belajar siswa yang di dapat kurang memuasakan
3.      Layanan bimbingan belajar yang di berikan kurang efektif sehinga siswa tidak mau mengikut nya
4.      Guru pembingan kurang mengusai dalam pemberian layan bimbingan belajar
5.       
C.     Fokus masalah
Berdasarkan hasil setudy pendahuluan, pengalaman, referensi. Maka peneliti akan membahas mengenai efektivitas layanan bibimbingan belajar dalam peningkatkan perstasi belajar pada siswa SMP N III cukuh balak tahun ajaran 2012/2013
D.     Rumusan masalah
Bertolak dari latar belakang tersebut di atas maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana gambaran prestasi siswa sebelum diberi layanan pembelajaranbidang bimbingan belajar pada siswa kelas II SMP N III cukuh balak
2. Bagaimana gambaran prestasi siswa setelah diberi layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar pada siswa kelas II SMP N III Cukuh Balak Tahun Ajaran 2012/2013?
3. Apakah pemberian layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar efektif dalam meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas II SMP N III cukuh balak
Tahun Ajaran 2012/2013

E.     Tujuan peneliitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di attas maka tujuan penelitian adalah Untuk meningkatkan efektifitas bimbingan belajar dalam meniktakan perstasi belajar siswa dapat meberikan sumbuangan pemikiran  dalam meningkatkan perstasi belajar siswa dan, bagi peneliti dapat  mengetahui seberapa besar efektifitas layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa

F.      Manfaat penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Manfaat Praktis
a. Bagi peneliti, dapat menambah pengalaman dan keterampilan cara meningkatkan prestasi siswa melalui pemberian layanan bimbingan
belajar.
b. Bagi sekolah, dapat dijadikan acuan atau pedoman utuk memeberika rekomendasi kepada guru-guru yang lain dalam pemberian bimbingan belajar kepada siswa pada mata pelajaran yang diampu
c. Bagi jurusan, penelitian ini dapat menambah koleksi kajian tentang layanan pembelajaran di bidang bimbingan belajar.
2. Manfaat Teoritis
a. Memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar dalam
Bimbingan dan Konseling.
b. Dapat dijadikan sebagai bahan rujukan bagi peneliti selanjutnya pada kajian yang sama tetapi pada ruang lingkup yang lebih luas dan mendalam di bidang bimbingan belajar
G.    Diskripsi Teori

1.    Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi tidak dapat dilepaskan dengan proses belajar. Prestasi merupakan kecakapan nyata yang dapat diukur dan belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Prestasi belajar dapat dikatakan sebagai hasil kecakapan yang nyata dari proses belajar seseorang yang mempunyai prestasi yang baik dalam belajarnya, berarti ia mendapatkan hasil kecakapan yang nyata dari apa yang dipelajarinya. Pengertian belajar bukan satu hal yang mudah untuk diartikan. Banyak definisi belajar dari para ahli

Menerut Surahmad dan Syah (1987: 26):
“Belajar adalah suatu proses dimana suatu kegiatan berasal atau diubah melalui prosedur-prosedur latihan sebagaimana diberikan dengan perubahan-perubahan yang disebabkan oleh latihan-latihan”. Sedangkan Romlah ( 1991: 1) mengatakan:
Belajar merupakan proses yang akan menghasilkan perubahan perilaku. Perubahan perilaku ini terjadi karena latihan, pengalaman dan usaha dari tndividu yang belajar. Perubahan prilaku itu pada dasarnya adalah didaparkan kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relatif lama.

Dari berbagai definisi, Sardiman (1996: 85) menyimpulkan ada beberapa elemen penting yang mencirikan pengertian tentang belajar, yaitu:
a. Belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku
b. Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman.
c. Untuk dapat disebut belajar, maka perubahan itu harus relatif mantap.
d. Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis.
Dari definisi di atas, dapat disimpulkan belajar adalah aktivitas yang menghasilkan perubahan pada diri individu, perubahan tersebut didapatkannnya berupa kemampuan baru yang berlaku dalam waktu relatif lama dan perubahan itu terjadi karena adanya kematangan atau
oleh adanya perubahan sementara karena sesuatu hal.

2.    Pengertian belajar
Dalam aktifitas kehidupan manusia sehari hari hampir tidak pernah dapat terlepas dari kegiyatan belajar baik ketika seorang melaksnakan aktifitas sendri, maupun di dalam suatu kelompok tertentu. Dipahami maupun tidak dipahami, sesunguh nya sebagian besar aktifitas didalam kehidupan sehari hari kita merupakan kegiyatan belajar.

Menurut James O.Whittaker mengukapkan belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman H,C. Witherington dalam buku educational piyscology mengukapkan bawah belajar adalah suatu perubahan didalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi pola kecakapan, sikap,kebiasan. Burton dalam sebuah buku ‘’The Guidance of learning Avtivites’’ merumuskan pengertian belajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi individu dengan individu dan individu dengan lingkunganya sehinga ia mampu berinteraksi dengan lingkunganya.

Jika kita simpulkan dari sejumlah pandangan dan definisi tentang belajar (Wragg, 1994), kita menemukan beberapa ciri umumkegiyata belajar sebagai berikut:
Ø  Belajar menujukan suatu aktifitas pada diri sesorang yang disadari atau di sengaja
Ø  Belajar merupakan inetraksi individu dengan lingkunganya
Ø  Hasil belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku

3.    Prinsip-pringsip belajar
Didalam proses pembelajaran, guru dituntut untuk mampu mengembangkan pontensi pontesi-potensi peserta didik secara optimal. Upaya untuk mendorang terwujudnya perkembangan pontensipeserta didik tersebut tentunya merupakan seatu proses panjang yang tidak dapat diukur dalam priode tertentu , apabila dalam waktu yang sangat singkat. Meskipun demikian, indikator terjadinya perubahan kearah perkembangan pada peserta didik dapat dicermati melalau instrumen instrumen pembelajaran yang dapat digunakan guru. Oleh karena itu seluruh proses dan tahapan pembelajaran harus mengngarah pada upaya mencapai perkembangan pontensi pontensi anak tersebut.
Agar aktivitas yang dilakauakan guru dalam proses pembelajaranterarah pada upaya peningkatan potensi siswa secara komperensih, dengan prinsip prinsip yang benar, yang bertolak dari kebutuhan internal siswa untuk belajar. Devis (1991:32), meningkatkan beberapa hal yang dapat menjadikan kerangka dasar bagi penerapan prinsip prinsip dalam proses pembelajar, yaitu:
Ø  Hal apapun yang di pelajari murid, maka ia harus mempelajari sendiri. Tidak seorangpun yang dapat melakuakan kegiyatan belajar tersebut untuknya.
Ø  Setiap murid belajar menurut tempo (kecepatannya) senderi dan untuk setiap kelompok umur, terdapat variasi dalam kecepatan belajar.
Ø  Seorang murid belajar lebih banyak bilamana setiap lankah segera diberikan pengunaan
Ø  Penguasan secara penuh dari setiap langkah-langkah pembelajaran, memungkinakan murid belajar secara lebih bararti.
Ø  Apabila, murid diberikan tangaung jawab untuk mempelajari senderi maka ia lebih termotivasi untuk belajar, dan ia akan belajar dan mengingatkan lebih baik,
Prinsip belajar merupakan menunjuk  kepada hal hal  penting yang harus di lakukan guru agar terjadi proses belajar siswa sehinga proses pembelajaran yang dilakukan dapat mencapai hasil yang diharapkan
4.    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Pada hakekatnya, prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai dalam proses belajar, sehingga faktor yang mempengaruhinya sama dengan faktor yang mempengaruhi belajar. “Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat digolongkan menjadi dua, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor interen adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor eksteren adalah faktor yang ada di luar individu” (Slameto, 2003: 54).
a.       faktor internal
Dalam faktor ini ada tiga hal, yakni:
1) faktor jasmani dibagi menjadi dua, yakni:
a) Kesehatan, sahat berarti dalam keadaan baik seluruh badan  beserta bagian-bagiannya, bebas dari penyakit. Pretasi belajar seseorang akan terganggu jika kesehatannya terganggu.
b) Cacat tubuh, sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurnanya mengenai tubuh atau badan. Siswa yang cacat belajarnya akan terganggu sehingga prestasi belajarnya akan terganggu.
2) Faktor psiklogis
Sekurang-kurangnya ada tujuh hal yang tergolong dalam faktor psikologis, yaitu intelegensi, perhatian, minat, bakat, motifasi, kematangan dan kerajinan
3) Faktor kelelahan
Kelelahan bisa berupa kelelahan jasmani maupun kelelahan rohani. Agar siswa dapat belajar dengan baik sehingga hasil atau prestasi memuaskan, harus dihindari jangan sampai terjadi klelahan dalam belajarnya.
b.      Faktor ekternal
Faktor ini juga dibagi 3 tiga hal, yakni faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat.
1)      faktor keluarga
Siswa yang belajar menerima pengaruh dari keluarga berupa: cara orang tua mendidik, relasi anggota keluarga, suasana rumah tangga dan ekonomi keluarga. Hal-hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi proses dan hasil belajar.
2)      Faktor sekolah
Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan murit, relasi siswa dengan siswa, disiplin di sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung dan tugas rumah.
3)      Faktor Masyarakat
Pengaruh ini terjadi karena keberadaan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat, kesemuanya itu mempengaruhi belajar anak. Berdasarkan uraian di atas, belajar merupakan suatu yang kompleks sehingga faktor-faktor yang mempengaruhinya juga sangat kompleks, mulai dari diri sendiri sampai pada keluarga, sekolah dan masyarakat. Kesemuanya saling mempengaruhi prestasi belajar seorang siswa. Karena itu, kerjasama dan pengertian antara siswa, sekolah, orang tua maupun masyarakat sangat mendukung prestasi belajar anak secara keseluruhan.


5.    Pengertian bimbingan belajar.
Menurut Prayitno dan Amti (1994: 279) Bimbingan belajar adalah salah satu bentuk bimbingan yang diselenggarakan di sekolah. Pengalaman menunjukan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya intelegensi, seringkali kegagalan itu terjadi disebabkan mereka tidak mendapat layanan bimbingan yang memadai.
Berdasarkan rumusan di atas dapat ditemukan unsur-unsur penting sebagai berikut:
a. Bimbingan belajar merupakan salah satu bagian dari empat bidang bimbingan yaitu bimbingan pribadi, sosial, karier dan bimbingan belajar.
b. Bimbingan belajar merupakan bantuan kepada siswa untuk mengenal, memhami, mengembangkan dan memanfaatkan potensi diri siswa baik fisik maupun psikis yang berkaitan dengan kegiatan belajarnya.
c. Pengenalan dan pengembangan potensi diri secara fisik dan psikis menyangkut beberapa hal, antara lain kondisi fisik siswa, kecerdasan, bakat minat, emosi dan motivasi untuk melakukan kegiatan belajar serta faktor luar siswa yang mempengaruhi kegiatan belajar.
d. Bantuan kepada siswa agar mempunyai sikap dan kebiasaan belajar yang baik termasuk cara belajar yang tepat atau cara mengatasi kesulitan belajar.
3. Fungsi Bimbingan Belajar
“Dalam proses pembelajaran bimbingan mempunyai fungsi yang integral karena bimbingan tidak hanya berfungsi sebagai penunjang tetapi merupakan proses pengiring yang berkaitan dengan seluruh preoses pendidikan dan proses belajar mengajar “(Hendrarno, 1983: 42) Adapun fungsi-fungsi bimbingan yang integral adalah seagai berikut:
a. Fungsi penyaluran yaitu fungsi bimbingan dalam membantu menyalurkan siswa-siswa dalam memilih program pendidikan yang ada di sekolah, memilih jurusan sekolah, memilih lapangan kerjasesuai dengan bakat, minat, cita-cita dan cirri kepribadiannya.
b. Fungsi penyesuaian yaitu fungsi bimbingan dalam membantu staf sekolah khususnya guru dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan cirri khusus dan kebutuhanpribadi siswa. Berbeda dengan pendapat di atas, buku panduan bimbingan konsiling menjelaskan bahwa pelayanan bimbingan konseling mengandung sejumlah fungsi yaitu:
a. Fungsi pemahaman yaitu dihasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak tertentu sesuai dengan keperluan pengembangan siswa yang meliputu pemahaman diri siswa dan lingkngannya.
b. Fungsi pencegahan tersegahnya siswa dari berbagai permasalahan yang akan menghambat perkembangannya.
c. Fungsi perbaikan yaitu terpecahkannya termasalahan yang dialami siswa.
d. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan yaitu
terpeliharanya dan perkembangan berbagai potensi dan kondisi positif secara mantap dan berkesinambungan Dari beberapa pendapat di atas, dapat diketahui bahwa bimbingan belajar memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Dilihat dari bentuk program bimbingan belajar, maka bimbingan belajar mempunyai fungsi sebagai berikut:
1) Penyaluran yaitu menyalurkan potensi belajar siswa kepada hal-hal yang sesuai.
2) Adaptasi yaitu mengadaptasi program belajar mengajar di sekolah agar sesuai dengan kemampuan belajar siswa.
b. Dilihat dari sifat-sifat bantuanya, maka bimbingan belajar mempunyai
fungsi dan bersifat:
1) Preventif yaitu mencegah timbulnya masalah belajar siswa.
2) Kuratif yaitu memecahkan masalah-masalah siswa yang berkaitan dengan kegiatan belajatnya.
3) Presentatif yaitu memelihara dan mempertahankan situasi dan kondisi belajar siswa yang sudah baik.
c. Dilihat dari bentuk layanan bimbingan dan konseling, maka bimbingan belajar mempunyai fungsi:
1) Pemahaman yaitu dengan bimbingan belajar dapat dihasilkan pemahaman oleh siswa atau pihak terkait tentang potensial belajar siswa dan lingkungan yang mempengaruhinya.
2) Pencegahan yaitu tercegahnya segala masalah belajar siswa, sehingga dalam aktivitas belajarnya siswa tidak mengalami hambatan.
3) Perbaikan yaitu terselesaikannya masalah-masalah belajar siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah.
4) Pemeliharaan dan pengembangan yaitu terpeliharanya dan terkembangnya potensial belajar siswa serta situasi belajar yang positif secara mantap dan berkelanjutan
H.    Kerangka pemikiran
Rounded Rectangle: efektifitas layanan pembelajaran bimbingan belajar
.






Rounded Rectangle: perstasi siswa menjadi lebih meningkat

Rounded Rectangle: Perstasi siswa yang belum meningkat
 





I.       Hipotesis
“Hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban sementara terhadap permasalahan penilaian sampai terbukti melalui data yang terkumpul” (Arikunto, 1998: 67). Sebagai dugaan sementara, maka belum tentu benar dan karenanya perlu dibuktikan kebenarannya. Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut "Pemberian layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar efektif untuk meningkatkan
prestasi belajar pada siswa kelas II SMP Negeri III cukuh balak

J.      Metode Penelitian
Metode penelitian adalah suatu cara sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dalam upaya memecahkan suatu permasalahan dengan mengunakan metode ilmiah. Dengan metode penelitian pekerjaan penelitian akan lebih terarah, sebab metode penelitian bermaksud memberikan kemudahan dan kejelasan tentang apa dan bagaimana peneliti melakukan penelitian. Oleh karena itu dalam bab tiga ini akan diuraikan mengenai berbagai hal yang termasuk dalam metode penelitian.
.
1.      Rancangan penelitian atau Desain Penelitian
Penenelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efekrifitas layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II SMP Negeri III cukuh balak. Dengan memberikan bimbingan belajar dalam jangka waktu tertentu

Menurut Campbell & Stanley dalam Arikunto, “penelitian jenis eksperimen ada 2 yaitu pre eksperimental design dan Rancangan True Dalam penelitian ini, peneliti mengunakan Rancangan True Eksperimen karena dalam penelitian ini untuk memperoleh data dari suatu perlakuan (treatmen) mengunakan kelompok kontrol. Peneliti memberikan perlakuan eksperimen untuk kemudian mengobservasi efek atau pengaruh yang terjadi akibat perlakuan tersebut. Dalam penelitian ini perlakuan yang dilakukan dengan memberikan layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar. Pengaruh atau efek pemberiam layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar diputuskan berdasarkan perbedaan nilai akhir semester antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Pengukuran pertama diberikan sebelum diberikan layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar dan pengukuran kedua diberikan sesudah perlakuan dilaksanakan

2.      Penentuan Subjek Penelitian
1.      Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian” (Arikunto, 1996:115). “Populasi merupakan keseluruhan individu atau objek yang diteliti yang memiliki beberapa karakteristik yang sama “(Latipun, 2002: 29) Berdasarkan pendapat tersebut di atas, maka dapat diartikan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian yang memiliki karakteristik yang sama. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pada iswa kelas II SMP Negeri yang berjumlah 117 siswa, terdiri dari:
Tabel 1
Jumlah Sisaw Kelas II SMP Negeri
Tahun Ajaran 2012/1013
Kelas Jumlah siswa
kelas
Jumlah siswa
Kelas II A
33 siswa
Kelas II B
42 siswa
Kelas II C
42 siswa
Jumlah siswa
117siswa

2.      Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 1996: 117), sampel yaitu sebagian dari populasi (latupun, 2002:30). Jadi sample penelitian adalah objek yang dilibatkan langsung dalam penelitian sesungguhnya yang dapat menjadi wakil populasi. Adapun pengambilan sample dengan cara Non Random Sampling. Yang dimaksud non random sampling adalah “tidak semua individu dalam populasi diberi kesenpatan untuk menjadi anggota sample” (Arikunto1996: 177). Sedangkan tehnik non random sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling, artinya cara pengambilan sample atas dasar
ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu, yaitu memilih dua kelas yang memiliki nilai rata-rata yang seimbang yang sebelumnya dicari dengan cara Uji Homogenitas dan Uji Kesamaan Rata-rata Ppopulasi sebagai berikut:
a.       Uji Homogenitas Populasi
Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah sampel-sampel penelitian merupakan kelas sampel yang homogen. Hal ini sangat penting dilakukan, karena penelitian ini mengunakan penelitian sampel. Hasil penelitian sampel ini akan digeneralisasikan pada populasi penelitian. Maka sebelum memilih dua kelas eksperimen dilakukan dulu uji homogenitas. Arikunto (1996: 118) “menegaskan bahwa penelitian sampel baru boleh dilasanakan apabila keadaan subjek di dalam populasi benar bebar homogen”. Data yang digunakan untuk menguji homogenitas sampel penelitian ini adalah nilai akhir semester. Uji homogenitas mengunakan rumus Bartlettdengan Uji Chi kuadrat. Kriteria pengujian berbunyi populasi dinyatakan tidak homogen jika X2 data > X2 tabel. Populasi dinyatakan homogen jika X2 data < X2 tabel. (Sudjana, 2001: 261)


b.      Uji Kesamaan Rata-Rata Populasi
Untuk menentukan kelas yangakan dijadikan sampel, selain homogen juga harus mempunyai kesamaan rata-rata populasi. Kesamaan ratarata populasi di uji dengan rumus Analisis Varians. Setelah dilaksanakan uji homogenitas dan uji kesamaan rata-rata populasi, maka yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu kelas II.B sebagai kelas eksperimen dan II.C sebagai kelas kontrol yang semuanya berjumlah 84 siswa dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2
Jumlah sample penelitian
kelas
Jumlah siswa
Kelas II A
42 siswa
Kelas II B
42 siswa
jumlah
       84    siswa

3.      Variabel Penelitian
“Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian” (Arikunto, 1996:99). Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa variable merupakan objek yang bervariasi dan dapt dijadikan sebagai titik perhatian suatu penelitian. Variabel dalam penelitian ini adalah layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar sebagai variabel bebas dan prestasi belajar sebagai variable terikat. Karena dalam penelitian ini variabelnya ganda maka variable yang satu mempunyai hubungan atau pengaruh dengan variabel yang lain. Variabel X (variabel bebas) mempengaruhi variable Y (variabelterikat.

4.      Definisi Oprasional
Penelitian ini mencoba mengungkap apakah laynan pembelajaran bidang bimbingan belajar efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu variabel dalam penelitian ini adalah layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar dan prestasi belajar. Agar lebih jelas Maksud dari penelitian ini, definisi oprasional dari ke dua variable yaitu: Efektifitas layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar dan Prestasi belajar

5.      Alat Pengumpul Data
Dalam penelitian ini digunakan teknik dan alat pengumpul data mengunakan dokunentasi: “Menurut Arikunto metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan, transkip nilai, buku, surat kabar, majalah, prasasti, legger agenda dan sebagainya” (Arikumto: 1996:234).

6.      Metode Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah diberi layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar dan untuk mengetahui efektifitas layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Untuk menguji signifikansi perbedaan mean antar kelompok eksperimen dan kontrol analisis data yang digunakan adalah uji t-tes. Uji t-tes digunakan untuk menguji siknifikansi perbedaan mean antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Adapun rumus t-tes adalah sebagai berikut:
t =
Keterangan
M = rata-rata selisih nilai pretest-posttest per kelompok
2 x = deviasi nilai x (eksperimen)
2 y = deviasi nilai y (kontrol)
N = jumlah anak per kelompok (Arikunto, 1996: 301)
Agar kesimpulan yang diambil tidak menyimpang maka syarat dari uji t-tes adalah uji normalitas mengunakan SPPSS 16.0


7.      jadwal kegiyatan penelitian
Gambar
Jadwal kegiyatan penelitian
Kegiyatan penelitian
november
desember
januari
febuari
maret
apirl
Studi kepustakaan
#





Penyusunan desain penelitan
#
#




Penyusunan instrumen data

#
#



Pangambilan data


#
#


Pengolahan data




#

Analisa data




#

Laporan




#
#
persentasi





#

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More